facebook instagram twitter

Pengumuman : Pemberlakuan PP No 35 Tahun 2016 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kementerian Pertanian per 11 Oktober 2016 lihat disini ******* PAKTA INTEGRITAS : Kami tidak mengijinkan sedikitpun (zero tolerance) segala bentuk gratifikasi (pemberian) dalam bentuk uang, barang, hadiah, janji, fasilitas dan keuntungan lain dalam rangka pelaksanaan pelayanan karantina pertanian
Indonesian English

8p

rsz pohon salakMenilik sejarahnya, buah salak pondoh yang memiliki nama latin Sallaca edulis Reinw cv Pondoh mulai ditanam di Sleman, Yogyakarta pada tahun 1917. Ketika itu, Partodirejo seorang Jogoboyo di desa Kapanemon, Tempel, Sleman, mendapatkan kenang-kenangan empat butir biji salak dari seorang warga Belanda yang akan meninggalkan desa tersebut karena tugas kerjanya telah selesai. Biji salak tersebut ditanam dan dirawat dengan baik, hingga mampu menghasilkan buah salak yang manis berbeda dengan salak – salak lainnya.

Sejak saat itu tanaman salak pondoh tersebut dikembangkan, karena rasa manis yang dimilikinya hingga akhirnya mulai merambah ke luar wilayah Tempel, khususnya di daerah Sleman bahkan sekarang telah berkembang hampir di seluruh wilayah Jawa.

 

Menurut data pada tahun 2013, telah tercatat 23 kelompok petani salak yang telah melakukan registrasi  kebun budidaya dengan total luas lahan 313 Ha, 537.388 rumpun, 1.090 kebun, sedangkan total produksi paguyuban petani salak pondoh per tahun mencapai 40.000 ton dari sekitar 1.500 hektar lahan di Lereng Merapi, Yogyakarta.

Persentase pemenuhan untuk pasar lokal sejumlah 30%, domestik (Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan) sejumlah 68%, dan 2% untuk memenuhi permintaan ekspor ke China  dan Singapura dengan total produksi salak pada tahun 2012 sebesar 493.764 kwintal.

Tahun 2012 Sleman mengekspor salak sebanyak 320,79 ton, sedangkan pada tahun 2013 sampai dengan bulan Mei telah mengekspor sejumlah 199,96 ton. Ekspor salak pondoh melonjak drastis ketika menjelang hari raya Imlek hingga mencapai 12 ton.

rsz salakbuah

Untuk ekspor buah salak asal Indonesia, biasanya negara tujuan mensyaratkan buah bebas dari kandungan logam berat dan organisme pengganggu Tumbuhan (OPT). Jika ditelusuri salak pondoh komoditas ekspor dari Jogja selama ini sudah memenuhi Standart Operasional Procedure dan  Good Agriculture Practice (SOP,GAP) yang ditetapkan oleh oleh negara tujuan.

Disinyalir, salak yang belum memenuhi persyaratan ekspor banyak berasal dari kompetitor eksportir luar daerah dan berasal dari kebuh buah yang belum diregistrasi oleh Kementerian Pertanian.

Registrasi diperlukan agar petugas yang terkait dari Kementerian Pertanian dalam hal ini  karantina pertanian dan Dinas Pertanian setempat dapat melakukan pembinaan dan monitoring secara terpadu terhadap proses pra ekspor komoditas salak pondoh. (bersambung)

    

      

     

    

       

Go to top