facebook instagram twitter

Pengumuman : Pemberlakuan PP No 35 Tahun 2016 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kementerian Pertanian per 11 Oktober 2016 lihat disini ******* PAKTA INTEGRITAS : Kami tidak mengijinkan sedikitpun (zero tolerance) segala bentuk gratifikasi (pemberian) dalam bentuk uang, barang, hadiah, janji, fasilitas dan keuntungan lain dalam rangka pelaksanaan pelayanan karantina pertanian
Indonesian English

8p

Akhir-akhir ini harga kebutuhan bahan pokok makanan cenderung naik sehingga terkadang masyarakat lupa memperhatikan kualitas bahan makanan yang dikonsumsi dan tergiur harga murah. Padahal bahan makanan yang berasal dari hewan, jika tidak kita perhatikan betul-betul dapat berpotensi menimbulkan penyakit dalam tubuh manusia.

https://unehunikdananeh.files.wordpress.com/2010/09/d1.jpgBakteri mudah sekali berkembang biak dalam daging  karena perlakuan yang tidak tepat. Bakteri patogen seperti E- coli, Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Campylobacter jejuni yang tumbuh pada daging bisa menyebabkan keracunan makanan dengan gejala diare dan muntah-muntah, dan dalam kasus ekstrim bisa membahayakan jiwa. Sedangkan bakteri pembusuk seperti Listeria monocytogenes dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang gejala awalnya seperti flu dan beresiko menyebabkan meningitis, ensefalitis, dan septikemia, serta memicu infeksi intrauterine atau leher rahim pada wanita hamil.

Bahan pangan asal hewan seperti daging, telur, susu dan produk olahannya bernilai gizi tinggi tapi mudah rusak dan berpotensi bahaya (dapat menimbulkan penyakit). Oleh karena itu dalam pemilihan bahan pangan asal hewan harus kita perhatikan betul-betul sejak sebelum diolah, saat diolah dan penanganan setelah diolah agar terhindar dari potensi bahaya/penyakit yang mungkin muncul.

Bahan makanan yang kita konsumsi prinsipnya harus ASUH yaitu A (aman, artinya tidak mengandung bahan-bahan biologis, kimiawi atau fisik serta bahan-bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia), S (Sehat, yaitu bahan-bahan yang dapat menyehatkan/baik untuk kesehatan, U (Utuh, yaitu tidak dikurangi atau dicampur bahan lain), H (Halal, artinya sesuai syariat Islam).

Pemilihan daging

Tindakan yang dapat kita lakukan pertama kali adalah dalam pemilihan daging. Dalam pemilihan daging ayam, sapi dan ikan ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Daging ayam segar dan sehat adalah:

1.  Warna dagingnya putih kekuningan

2.  Warna lemak putih kekuningan dan merata di bawah kulit

3.  Bau segar dan tidak anyir

4.   Daging kenyal dan elastis (jika ditekan, segera balik ke bentuk semula)

5.   Tidak ada tanda-tanda memar atau tanda ain yang mencurigakan.

Daging sapi yang segar dan sehat dapat dicermati dari:

1.   Daging yang empuk dan liat yaitu jika ditekan dengan jari daging mempunyai konsistensi kenyal

2.    Adanya kandungan lemak (marbling) pembungkus daging yang mepertahankan keutuhan daging pada waktu dipanaskan

3.   Warna daging bervariasi merah muda-tua

4.   Bau khas daging, rasa gurih

5.   Daging relatif kering dan tidak berair (daging sapi glonggongan kandungan airnya berlebih dan biasanya tidak digantung)

Hal-hal tersebut di atas harus kita perhatikan sebelum membeli daging agar terhindar dari daging ayam tiren (mati kemaren) atau daging yang sudah lama dan tercampur dengan daging yang tidak halal (misalnya tercampur dengan daging babi).

                Untuk pemilihan ikan segar juga harus kita perhatikan beberapa hal, diantaranya:

1.     Ikan yang segar aromanya adalah aroma khas ikan, tidak aroma bahan kimia atau lainnya

2.     Daging kenyal, jika ditekan dengan jari tidak benyek

3.     Insang utuh dan segar

4.     Warna segar dan tidak berubah.

Pemilihan daging ikan ini penting agar kita terhindar dari ikan yang busuk atau diawetkan dengan bahan kimia seperti formalin.

(dari berbagai sumber)

    

      

     

    

       

Go to top