facebook instagram twitter

Pengumuman : Pemberlakuan PP No 35 Tahun 2016 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kementerian Pertanian per 11 Oktober 2016 lihat disini ******* PAKTA INTEGRITAS : Kami tidak mengijinkan sedikitpun (zero tolerance) segala bentuk gratifikasi (pemberian) dalam bentuk uang, barang, hadiah, janji, fasilitas dan keuntungan lain dalam rangka pelaksanaan pelayanan karantina pertanian
Indonesian English

8p

Yogyakarta, (05/08/2016)

http://olsenvet.com/wp-content/uploads/2013/09/Rabies-Vaccine-generic-from-rabiesvaccinefordogsdotcom1-040313.gifRabies merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina) Golongan II, yang wajib di cegah masuk dan tersebarnya di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya terhadap hewan pembawa rabies, seperti anjing, kucing, kera dan sebangsanya yang akan dilalulintaskan wajib diperiksa karantina.

Mengapa rabies berbahaya ?

Rabies atau dikenal juga dengan penyakit anjing gila adalah penyakit  hewan menular yang bersifat akut dan menyerang susunan syaraf pusat, disebabkan oleh Rabies virus dari family Rhabdoviridae dapat menyerang semua makhluk hidup yang berdarah panas, termasuk manusia. Penyakit ini memiliki masa inkubasi yang panjang (enam bulan) dan gejala mungkin memakan waktu beberapa minggu untuk muncul setelah infeksi. Namun, setelah gejala muncul, rabies selalu berakibat fatal (berakhir dengan kematian).  Rabies termasuk penyakit Zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular ke manusia.

Gejala klinis terinfeksi rabies meliputi 4 stadium ;

1) Stadium Prodormal

  • nafsu makan turun / hilang
  • demam

2) Stadium Sensoris

  • perubahan temperamen, jinak menjadi galak
  • hipersalivasi
  • hiperlakrimasi
  • pupil mata dilatasi

3) Stadium Eksitatik

  • menggigit-gigit benda asing
  • mudah kaget
  • kejang setiap ada rangsangan
  • susah menelan
  • hidropobia
  • fotopobia

4) Stadium Paralitik

  • kelumpuhan
  • berakhir dengan kematian

Mengingat mudahnya penularan dan penyebaran penyakit rabies serta bahaya yang ditimbulkan terhadap manusia maupun hewan lain sehingga penyakit ini perlu dicegah masuk, tersebar dan keluar dari suatu area ke area lain dengan menerapkan pelaksanaan tindakan karantina hewan secara optimal.

    

      

     

    

       

Go to top