facebook instagram twitter

Pengumuman : Pemberlakuan PP No 35 Tahun 2016 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kementerian Pertanian per 11 Oktober 2016 lihat disini ******* PAKTA INTEGRITAS : Kami tidak mengijinkan sedikitpun (zero tolerance) segala bentuk gratifikasi (pemberian) dalam bentuk uang, barang, hadiah, janji, fasilitas dan keuntungan lain dalam rangka pelaksanaan pelayanan karantina pertanian
Indonesian English

8p

Setiap tahun Badan Karantina Pertanian selalu menganggarkan dana yang direalisasikan untuk pemantauan OPTK di tingkat Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) di daerah. Salah satu bentuk kegiatan yang harus dilaksanakan UPT adalah kegiatan pemantauan daerah sebar Organisme Pengganggu Tumbuhan karantina (OPTK). Pemantauan OPTK dilaksanakan untuk merealisasikan salah satu fungsi Karantina Pertanian yang tercantum dalam surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008. Pemantauan daerah sebar OPTK dilaksanakan oleh Balai Besar, Balai dan Stasiun Karantina Pertanian. Pemantauan OPTK harus dilaksanakan setiap tahun secara berkesinambungan.

Anggaran pemantauan tahun 2013 di Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta bertujuan untuk

1) Untuk mengetahui dan memperoleh data perkembangan daerah sebar OPTK Golongan I Kategiri A1 dan A2, Golongan II Kategori A1 dan A2 ( seperti yang tercantum dalam Lampiran Keputusan Menteri Pertanian No. 93/Permentan/OT.140/12/2011) secara lengkap dan akurat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya di wilayah pemantauan Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta.

2) Diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan pertimbangkan dalam mengevaluasi peraturan perundang- undangan karantina tumbuhan dan  pengambilan kebijakan pimpinan.

Sedangkan OPTK yang menjadi target pemantauan adalah OPTK pada komoditas eks  impor dan atau OPTK pada komoditas unggulan setempat. Menjadikan OPTK pada media pembawa / komoditas eks impor memang mempunyai alasan yaitu untuk mengantisipasi jika terjadi lolosnya OPTK yang pada saat pemeriksaan di awal pemasukan tidak terdeteksi sehingga komoditas impor tersebut dilepas. Sebagai contoh komoditas eks impor adalah tanaman kelapa sawit. Sudah sepantasnya selalu dilakukan pemantauan OPTK pada tanaman kelapa sawit tersebut karena volume dan frekuensi pemasukan benih sawit yang tinggi dari negara yang memang OPTK tersebut sudah survive di negara tersebut. Pemasukan benih sawit dari Costarica dengan target OPTK Cercospora elaeidis, Fusarium elaeides subsp. Elaeidis sedang pemasukan benih sawit dari PNG adanya Lettal yellowing. Penanaman kelapa sawit di pulau Kalimantan dan pulau Sumatera sangat luas sehingga kelapa sawit merupakan komoditas unggul setempat sehingga penetapan OPTK pada kelapa sawit sangat tepat untuk di kedua pulau tersebut. (bersambung ………………………………..)

 

    

      

     

    

       

Go to top