facebook instagram twitter

Keluarga Besar Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H Minal Aidin wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin ******* PAKTA INTEGRITAS : Kami tidak mengijinkan sedikitpun (zero tolerance) segala bentuk gratifikasi (pemberian) dalam bentuk uang, barang, hadiah, janji, fasilitas dan keuntungan lain dalam rangka pelaksanaan pelayanan karantina pertanian
Indonesian English

8p

karantina

  • Artikel

  • Australia menjajaki kerjasama ekspor Buah Naga Indonesia

    17952624 1063109143790190 227589596672542426 n

    (18/4) Tim dari DAWR Australia di dampingi oleh jajaran Kementerian Pertanian (Badan Karantina Pertanian, Dirjen Hortikultura, PPHP), Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten DIY serta OKKPD, berkunjung ke Kebun Buah Naga Sabila Farm, Kebun Buah Naga Teguh Farm dan Packing House Buah Mitra Turindo. Kunjungan ini merupakan langkah awal verifikasi buah naga sebagai jalan pembuka ekspor buah naga ke Australia.

    Dalam field visit kali ini interaksi antara Tim DAWR dengan pemilik kebun dan packing house didampingi Tim Kementerian Pertanian serta dari Dinas Pertanian Propinsi dan OKKPD setempat menitikberatkan pada proses budidaya buah naga, target pest, packing, masa penyimpanan dan proses pengiriman.

    Kegiatan ini adalah bagian dari inisiasi proses persiapan pelaksanaan ekspor buah naga ke Australia oleh Kementerian Pertanian. Tentu saja didampingi oleh karantina sebagai lini utama pencegahan masuk dan tersebarnya OPTK/HPHK serta keluarnya OPT/HPH dan pastinya untuk meningkatkan akselerasi ekspor.

  • Bulan Bakti Karantina Pertanian ke-140

    140

    Kamis, 8 Juni 2017 Kepala Balai, Ir. Wisnu Haryana membuka secara resmi Bulan Bakti Karantina Pertanian ke 140 lingkup UPT Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta dilanjutkan dengan kegiatan pelepasan pegawai purnabakti pegawai sekaligus buka bersama diikuti oleh seluruh pegawai .

    Peringatan Bulan Bakti Karantina Pertanian tahun 2017 mengagendakan kegiatan :

    1. Pembukaan Bulan Bakti
    2. Pelepasan Purna Tugas
    3. Buka Bersama
    4. Bakti Sosial
    5. Pameran Hari Krida Pertanian
    6. Lomba Paduan Suara
    7. Lomba Website
    8. Penutupan
  • Cynologique Festival, Karantina Yogyakarta Turut Berpartisipasi

    cynologi

    Dihadiri oleh 16 kennel (pengembangbiak anjing), Cynologique Festival yang diprakarsai Perkin DIY dihelat di lapangan realino Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Karantina Yogyakarta turut berperan dengan stand informasi karantina.

    Festival ini mempunyai tujuan mengembalikan pengembangbiakan anjing sesuai dengan tata cara yang benar untuk melestarikan anjing sesuai trah-nya.

    Ada banyak agenda dalam festival kali ini, diantaranya adalah ujian begleithund (ujian kepatuhan), pemeriksaan pejantan gratis, lomba ketangkasan, pameran kennel anggota Perkin Jogja, talk show dan perform anjing yang berperan dalam aksi kemanusian oleh SARDOG DIY dan K9 Kepolisian serta materi dasar pelatihan anjing dan standar konformasi anjing yang disampaikan oleh Hendri S Wongso sebagai Official Juri Perkin.

    Karantina Yogyakarta yang turut berpartisipasi dalam perhelatan ini memberikan informasi dan sosialisasi terkait lalu lintas anjing. Drh. Nurlia Ardianti dan Endri Nataliantoro, A.Md yang mewakili karantina yogyakarta menyampaikan bahwa antusias masyarakat (khususnya anggota perkin) terhadap karantina cukup luar biasa. Terbukti dari banyaknya anggota dan pengunjung yang sudah mengerti persyaratan lalu lintas karantina di area Yogyakarta.

  • Pemeriksaan Karantina untuk Pemasukan Produk Hortikultura

    17308938 1039492652818506 2573766127931326119 n

    Rabu kemarin (22/3) Petugas Fungsional Karantina Tumbuhan Wilker Adisumarmo, melaksanakan tindakan karantina berupa pemeriksaan sayuran segar yang akan dilalulintaskan ke Banjarmasin.

    Pemeriksaan dilakukan secara kelengkapan dokumen administrasi dan fisik. Untuk pemeriksaan fisik visual, berat volume, sayuran dalam kondisi segar dan tidak busuk serta tidak ditemukan OPT/OPTK.  Selanjutnya setelah melalui serangkaian pengujian dan pemeriksaan, produk hortikultura yakni brokoli, chaisim, kapri, peterseli dan daun seledri, dinyatakan bebas dari Planococcus deceptor.

    Sayuran segar yang berasal dari Banjarmasin tersebut dinyatakan dalam kondisi media pembawa (sayuran) baik, segar, tidak busuk dan bebas target OPTK (Planococcus deceptor) dan akhirnya dapat diterbitkan surat kesehatan karantina.

    Tindakan karantina tersebut merupakan kegiatan yang harus dilakukan untuk menjaga agar OPTK tidak tersebar atau masuk ke dalam suatu wilayah negara Indonesia sehingga berdampak buruk bagi pertanian Indonesia.

  • Pemusnahan Media Pembawa HPHK dan OPTK

    musnah2

     

    (30/3) Berlokasi di halaman belakang kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta, sejumlah media pembawa HPHK dan OPTK dengan masa penahanan Februari sampai dengan Maret 2017 tanpa kelengkapan dokumen karantina dimusnahkan.

    Disaksikan oleh Intelkam Polres Sleman, Perwakilan dari Bea Cukai, Perwakilan Kantor Pos Yogyakarta, Perwakilan Airline dan PPNS Karantina Yogyakarta, kegiatan ini berlangsung lancar.  Pada pemusnahan kali ini, salah satu media pembawa yang dimusnahkan berupa arak yang didalamnya terdapat ular kobra, kalajengking dan ginseng. 

    Adanya media pembawa yang dimusnahkan menjadi indikasi kurangnya kepatuhan dan pemahaman masyarakat terhadap peraturan perkarantinaan sehingga kedepan perlu sosialisasi terhadap masyarakat dengan latar belakang yang lebih beragam.

  • Perawatan Kelinci Saat Musim Hujan

     bae770895892363c6afc250ee6ae885e

    Pada bulan Desember sampai Maret saat musim hujan biasanya banyak terjadi kasus penyakit pada kelinci seperti kelinci kembung, kelinci tidak mau makan dan berakhir dengan kematian. Kasus penyakit dan kematian pada kelinci saat musim hujan dapat terjadi karena hawa yang dingin saat musim hujan.

    Secara umum sistem pemeliharaan kelinci secara harus diperhatikan, diantaranya :

    Kandang yang baik

    Kandang yang baik adalah: – terbuat dari bahan yang keras, liat, dan tidak mudah dikerat – mudah dibersihkan

    Kandang dibuat sedemikian rupa agar kelinci tidak dapat keluar. Separuh dari lantai kandangnya dialasi bahan halus dan empuk seperti pleziglass atau semacam karpet yang mudah dibersihkan. Bahan lantai ini tidak akan melukai kaki dan bagian tubuh lainnya. Sementara setengah bagian lantai kandang lainnya dibuat dari kawat kasa yang lubang-lubangnya agak besar. Tujuannya agar feses, urine, dan sisa-sisa makanan langsung jatuh melalui lubang tersebut sehingga lantai kandang tetap bersih dan kering. Tempat minum, makan, dan buang air (literbox) sebaiknya terbuat dari bahan keramik atau kaca agar tidak mudah berkarat dan mudah dibersihkan.

    Peralatan kandang tersebut dan lantai karpet harus disediakan rangkap agar tetap tersedia saat yang satunya dicuci.

    Makanan dan Minuman Makanan buatan : takaran 1/4 cangkir per 2,5 kg berat badan

    Makanan hijauan: rumput, kangkung, bayam, uiortel, bic, apel, dan alfalfa Sekarang makanan buatan maupun makanan tambahan untuk kelinci berupa vitamin dan mineral banyak dijual di pasar swalayan atau toko hewan. Makanan buatan berbentuk butiran keras seperti pelet atau biskuit.

    Umumnya kelinci mudah menyesuaikan diri dengan makanan tersebut. Pemberiannya harus cukup karena kelebihan makanan akan menyebabkan kelinci kegemukan. Saat membelinya harus diperhatikan masa kadaluarsa yang biasanya tertera pada bungkusnya. Bungkusnya pun perlu diperhatikan jangan sampai sudah rusak karena dapat menyebabkan bau tengik.

    Makanan hijauan perlu diberikan sebagai makanan tambahan. Ini dimaksudkan agar kelinci memperoleh berbagai variasi makanan dan dapat memenuhi kekurangan zat nutrisi yang tidak ada pada makanan buatan. Sebaiknya diberikan berbagai bahan makanan hijauan secara bergantian dengan makanan buatan. Pemberian hendaknya tidak terus menerus. Hal ini tidak baik bagi perkembangan kelinci. Kangkung 2-3 kali seminggu.

    Untuk memenuhi kebutuhan mineral dan memperbaiki nafsu makan, kelinci dapat diberikan garam yodium yang digantungkan di kandang. Garam ini dapat dimanfaatkan oleh kelinci sebagai garam jilat..

    Air minum yang bersih dan segar harus selalu tersedia. Air minum ini ditempatkan sedemikian rupa agar tidak tercemari sisa makanan, urine, atau feses. Tempat air minum sistem gantung yang airnya keluar tetes demi tetes bila dijilati adalah yang terbaik karena kebersihannya terjamin, tidak mudah tercemar, dan tidak membasahi kandang. Tempat makan dan minum harus dibersihkan dan didesinfeksi setiap 3—5 hari sekali agar kandang terhindar dari gangguan parasit seperti cacing, jamur, bakteri, dan protozoa yang dapat menginfeksi penghuninya.

    Kelinci memiliki kebiasaan memakan fesesnya sendiri di waktu malam (feses malam) atau pagi-pagi sekali. Feses malam berwarna hijau muda, lunak, basah, dan berbentuk pelet. Menurut penelitian kebiasaan ini tidak perlu dilarang karena feses malam mengandung banyak protein, vitamin, dan mineral. Akan tetapi dalam kondisi khusus seperti musim hujan ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam perawatan terhadap kelinci..

    Perawatan kelinci saat musim hujan dapat kita tingkatkan dengan beberapa hal berikut:

    • Pemberian pakan dalam jumlah yang lebih besar serta lebih banyak mengandung proten dan karbohidrat. Pemberian vitamin untuk menjaga daya tahun tubuh kelinci seperti vitamin A, B dan C.
    • Mengurangi pemberian pakan yang basah pada musim dingin seperti ampas tahu, tetapi bekatul dapat diberikan dengan campuran air hangat.
    • Pada malam hari, kandang diberi penerangan yang lebih serta pemberian pakan hijauan tambahan.
    • Agar kelinci tidak kedinginan perlu ditambahkan selubung atau tirai pada kandang agar kelinci lebih nyaman dan tidak langsung terkena udara dingin.
    • Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendukung agar lingkungan kandang lebih sehat adalah:
    • Lantai dibawah kandang selalu dibersihkan dan dalam keadaan kering.
    • Ventilasi udara dikurangi tetapi sinar matahari diusahakan masuk lebih banyak (dapat dengan penggantian genting kaca).
    • Wadah pakan harus selalu dibersihkan dan diganti setiap kali pemberian pakan.
    • Air minum pagi dan soreharus selalu diganti yang baru.
    • Pembuatan jadwal kegiatan rutin yang harus dilakukan agar perawatan dapat berjalan baik dan sesuai rencana.

    Apabila hal-hal tersebut dapat kita laksanakan dengan baik maka kesehatan dan daya tahan tubuh kelinci dapat tetap terjaga.

  • persyaratan sertifikasi

  • Prosedur Umum Karantina Pertanian

    prosedurumum

  • Surat Edaran Gubernur Sulut terkait Flu Burung

    Surat Edaran Gubernur Sulut per tanggal 26 September 2014 tentang Peningkatan Kewaspadaan terkait Avian Influensa (Flu Bururng) dapat dilihat disini

  • Tantangan menerapkan sistem TIK sederhana di lingkungan kerja Anda

    Yogyakarta,(3/8/2016)

     

    http://www.online24x7.in/image/PL_O.jpgPerkembangan teknologi sudah tidak bisa disangkal sudah masuk dalam gaya hidup individu masa saat ini. Sebut saja social media Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp dan berderet aplikasi yang sudah menjadi bagian keseharian kita. Dari beragamnya aplikasi yang sudah tersedia secara massal dan murah pernahkah kita berfikir untuk dapat menggunakan fasilitas atau fiturnya untuk meningkatkan produktivitas profesi kita? Mungkinkah kita membuat teknologi informasi itu mudah dan terasa manfaatnya dilingkungan kerja kita?

     

    Bagi para aparatur sipil Negara harus merasa bahwa mereka adalah pelaku dari reformasi birokrasi di instansinya masing masing. Salah satu komponen pengungkit reformasi birokrasi adalah perubahan tata laksana organisasi. Saat ini setiap instansi pemerintah wajib mengembangkan setiap proses bisnis harus berjalan dengan efisien dan efektif. Hal ini menyebabkan terjadinya transformasi proses bisnis dari sistem konvensional manual ke sistem informasi digital. Penerapan e-office di lingkungan kerja harus dianggap sebagai sebagai salah satu kebijakan mutu mewujudkanE-Govt yang bertujuan mendukung  efektivitas dan efisiensi implementasi  pada kegiatan perkantoran.

     

    Sistem perkantoran secara elektronik bisa mencakup tata kelola persuratan, kepegawaian, keuangan dan laporan. Idealnya sistem ini sebaiknya mempunyai kondisi dan syarat antara lain:

    1.     Sederhana

    Aplikasi harus sesederhana mungkin karena  tidak semua personel organisasi memiliki kemampuan menggunakan IT yang sama. Beberapa merasa sebagai individu yang “gaptek” sehingga kesulitan bila harus melakukan beberapa tahapan untuk mengakses informasi. Mereka benar benar “user click”.

     

    2. Mandiri

    Bagi instansi yang memiliki SDM yang menguasai IT akan sangat mudah membuat sistem berbasis IT untuk pekerjaan mereka. Namun bila terbatas maka sistem yang dikembangkan juga harus sesuai dengan kemampuan SDM yang ada. Kemandirian ini diperlukan karena pengembangan sitem bisa dilakukan secara bertahap dengan meminimalisir pihak konsultan yang tentu akan membutuhkan biaya dan waktu. Ada banyak aplikasi yang bisa digunakan secara sederhana misalnya Email, Google for Work, Google drive, Dropbox dll

     

    3.Disepakati dan Dipelihara

    Sebaik baiknya sebuah sistem harus disepakati, disahkan dan dipelihara oleh seluruh personal dalam organisasi. Setiap individu harus merasa terlibat dan merasakan manfaat menggunakan sistem tersebut. Setidaknya beberapa manfaat dari penerapan sistem elektronik dalam perkantoran antara lain:

    1.     Penyimpanan yang mudah

    2.     Kemudahan akses

    3.     Kemudahan audit

    4.     Hemat waktu

    5.     Pelayanan pelanggan yang lebih baik

    Dari beberapa poin di atas, tidak ada salahnya mencoba  membangun sebuah sistem IT di lingkungan kerja kita walaupun dengan pola yang sederhana tapi terasa manfaatnya. Salam Sukses… #Integritymypriority#

  • TIPS MEMILIH DAN MENGOLAH BAHAN PANGAN ASAL HEWAN AGAR SEHAT DAN BERMANFAAAT

    Akhir-akhir ini harga kebutuhan bahan pokok makanan cenderung naik sehingga terkadang masyarakat lupa memperhatikan kualitas bahan makanan yang dikonsumsi dan tergiur harga murah. Padahal bahan makanan yang berasal dari hewan, jika tidak kita perhatikan betul-betul dapat berpotensi menimbulkan penyakit dalam tubuh manusia.

    https://unehunikdananeh.files.wordpress.com/2010/09/d1.jpgBakteri mudah sekali berkembang biak dalam daging  karena perlakuan yang tidak tepat. Bakteri patogen seperti E- coli, Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Campylobacter jejuni yang tumbuh pada daging bisa menyebabkan keracunan makanan dengan gejala diare dan muntah-muntah, dan dalam kasus ekstrim bisa membahayakan jiwa. Sedangkan bakteri pembusuk seperti Listeria monocytogenes dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang gejala awalnya seperti flu dan beresiko menyebabkan meningitis, ensefalitis, dan septikemia, serta memicu infeksi intrauterine atau leher rahim pada wanita hamil.

    Bahan pangan asal hewan seperti daging, telur, susu dan produk olahannya bernilai gizi tinggi tapi mudah rusak dan berpotensi bahaya (dapat menimbulkan penyakit). Oleh karena itu dalam pemilihan bahan pangan asal hewan harus kita perhatikan betul-betul sejak sebelum diolah, saat diolah dan penanganan setelah diolah agar terhindar dari potensi bahaya/penyakit yang mungkin muncul.

    Bahan makanan yang kita konsumsi prinsipnya harus ASUH yaitu A (aman, artinya tidak mengandung bahan-bahan biologis, kimiawi atau fisik serta bahan-bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia), S (Sehat, yaitu bahan-bahan yang dapat menyehatkan/baik untuk kesehatan, U (Utuh, yaitu tidak dikurangi atau dicampur bahan lain), H (Halal, artinya sesuai syariat Islam).

    Pemilihan daging

    Tindakan yang dapat kita lakukan pertama kali adalah dalam pemilihan daging. Dalam pemilihan daging ayam, sapi dan ikan ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.Daging ayam segar dan sehat adalah:

    1.  Warna dagingnya putih kekuningan

    2.  Warna lemak putih kekuningan dan merata di bawah kulit

    3.  Bau segar dan tidak anyir

    4.   Daging kenyal dan elastis (jika ditekan, segera balik ke bentuk semula)

    5.   Tidak ada tanda-tanda memar atau tanda ain yang mencurigakan.

    Daging sapi yang segar dan sehat dapat dicermati dari:

    1.   Daging yang empuk dan liat yaitu jika ditekan dengan jari daging mempunyai konsistensi kenyal

    2.    Adanya kandungan lemak (marbling) pembungkus daging yang mepertahankan keutuhan daging pada waktu dipanaskan

    3.   Warna daging bervariasi merah muda-tua

    4.   Bau khas daging, rasa gurih

    5.   Daging relatif kering dan tidak berair (daging sapi glonggongan kandungan airnya berlebih dan biasanya tidak digantung)

    Hal-hal tersebut di atas harus kita perhatikan sebelum membeli daging agar terhindar dari daging ayam tiren (mati kemaren) atau daging yang sudah lama dan tercampur dengan daging yang tidak halal (misalnya tercampur dengan daging babi).

                    Untuk pemilihan ikan segar juga harus kita perhatikan beberapa hal, diantaranya:

    1.     Ikan yang segar aromanya adalah aroma khas ikan, tidak aroma bahan kimia atau lainnya

    2.     Daging kenyal, jika ditekan dengan jari tidak benyek

    3.     Insang utuh dan segar

    4.     Warna segar dan tidak berubah.

    Pemilihan daging ikan ini penting agar kita terhindar dari ikan yang busuk atau diawetkan dengan bahan kimia seperti formalin.

    (dari berbagai sumber)

  • Tupoksi

    TUPOKSI

  • Waspada Tularemia

    https://www.cdc.gov/tularemia/images/TularemiaHome.jpg

    Tularemia adalah penyakit pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh bakteri Francisella tularensis,  yang bersifat gram negatif, non motil, pleomorphic coccobacillus. Bakteri ini sangat virulen  pada manusia serta kelinci dan sejenisnya. Penyakit ini merupakan zoonosis yang berbahaya, karena dapat dijadikan sebagai senjata biologis. Vektor utamanya adalah kutu dan lalat rusa.

    Manusia dapat terinfeksi melalui gigitan kutu dan lalat rusa, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi air yang terkontaminasi, paparan laboratorium, menghisap debu atau aerosol yang terkontaminasi.

                    Di Indonesia sampai saat ini belum di umumkan adanya penyakit tularemia.Untuk itu perlu kewaspadaan penuh terhadap lalu lintas masuknya hewan eksotis terutama agen penyebab penyakit ini dari negara tertular.Tidak menutup kemungkinan dengan semakin banyaknya orang yang hobi memelihara hewan kesayangan seperti kelinci, tikus maka semakin mudahlah penyakit ini menyebar di Indonesia.

    Gejala Klinis

    Tanda-tanda dan gejala tularemia bervariasi tergantung pada bagaimana bakteri masuk ke dalam tubuh. Dari yang ringan sampai yang mengancam jiwa,semua disertai dengan gejala demam. Suhu dapat setinggi 104 ° F. Bentuk utama dari penyakit ini adalah sebagai berikut:

    • Ulceroglandular.

    Gejalaini adalah bentuk paling umum dari tularemia dan biasanya terjadi setelah gigitan caplak.Ulkus terjadi di kulit tempat masuknya caplak tersebut. Ulkus disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening regional, biasanya di ketiak atau pangkal paha.Umumnya juga diperoleh melalui gigitan kutu ataucaplak yang terinfeksi atau dari penularan hewan yang sakit atau mati.

    • Oculoglandular.

    Gejalaini terjadi ketika bakteri masuk melalui mata. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang menyembelih hewan yang terinfeksi dan menyentuh matanya. Gejala termasuk iritasi dan radang mata dan pembengkakan kelenjar getah bening di depan telinga.

    • Orofaringeal.

    Gejala ini hasil dari makan atau minum makanan atau air yang terkontaminasi. Pasien dengan tularemia orophyangeal mungkin memiliki sakit tenggorokan, sariawan, radang amandel, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

    • Pneumonia

    Ini adalah bentuk paling seriusdaritularemia. Gejalanya meliputi batuk, nyeri dada, dan kesulitan bernapas.gejala inidikarenakan menghirupdebu atau aerosol yang mengandung organisme. Gejala ini juga dapat terjadi dalam bentuk lain misalnya ulceroglandular yang tidak diobati dan bakteri menyebar melalui aliran darah ke paru-paru (CDC 2011).

    

      

     

    

       

Go to top