Mewaspadai dahsyatnya serangan Foot and Mouth Disease (PMK) di Korea Selatan ··

February 1st, 2012

Yogyakarta, (12/05) Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) Foot and Mouth Disease sedang menyerang Korea Selatan. Dahsyatnya serangan ini menyebabkan ratusan ribu ternak terutama Sapi dan Babi dimusnahkan. Wabah ini mengancam sektor pertanian dan perekonomian negara. Kasus· wabah di Korea Selatan ini mengingatkan kepada kita wabah PMK yang terjadi di Indonesia tahun 1800 . Butuh waktu 100 tahun untuk membebaskan Indonesia dari PMK. Wabah di Korea Selatan juga membuat kita lebih siaga menjaga Indnonesia tetap bebas dari PMK. Seperti apakah dahsyatnya wabah PMK di Korea Selatan ?

Status· Penyakit Mulut dan Kuku· di Korea Selatan· masih menyebar yang dapat mengancam menjadi bencana sosial dan ekonomi regional. Penyakit yang sangat menular ini pertama kali ditemukan pada tanggal 28 November 2010 di sebuah peternakan di Andong, di provinsi timur Gyeongsang Utara. Sebuah kasus baru telah dikonfirmasi minggu lalu, dengan 114 pusat infeksi tersebar di hampir separuh negara.· Sekitar 1,4 juta hewan, terutama babi dan sapi telah di sembelih. Jumlah ini· merupakan 8% dari total ternak.· Pemerintah Korea telah memberlakukan larangan perjalanan dan karantina yang ketat, penutupan pasar ternak dan beberapa kebun binatang.· Sebanyak 68.000 tentara telah dikerahkan untuk membantu dalam pemusnahan ternak. Dan lebih dari 2 juta ekor sapi telah divaksinasi sejak Desember 2010. Pemerintah berencana untuk memperkenalkan sistem sertifikasi untuk menjamin stok-peternak dan memiliki pemahaman dan pengetahuan yang memadai terutama pada kebersihan. Petani yang bepergian ke luar negeri akan diminta untuk menginformasikan kepada pihak berwenang. Kerugian diperkirakan melebihi $ 1.26 juta dan akan terus bertambah. Harga daging ikut melambung sehingga menambah inflasi yang berat pada harga pangan.·· Ada kekhawatiran serius bagi masa depan pertanian Korea dengan ekspor yang cenderung mengalami penurunan jangka panjang. Korea Selatan memiliki tradisi pertanian yang panjang dan para peternak· frustasi kehilangan hewan ternak mereka setelah bertahun tahun masa kerja dan perawatan. Peternak juga marah karena sedikitnya kompensasi. Bencana ini juga telah memicu kritik terhadap pemerintah yang dianggap lambat merespon dan kegagalan· belajar dari krisis sebelumnya. . Pada bulan Januari dan April 2009 lalu beberapa wabah dilaporkan, mengarah pada pembantaian 50.000 ternak.Negara terdekat Jepang juga prihatin akan epidemi PMK di Korea Selatan.· Antara April dan Agustus 2010 tahun lalu masalah yang sama juga dialami· Jepang . Otoritas· memusnahkan· 290.000 sapi di· Miyazaki. Tokyo bermaksud untuk menerapkan kontrol yang lebih ketat terhadap barang dan orang dengan memverifikasi· Checklists· Daftar nama barang dan orang yang memasuki negara itu. Di Korea Selatan, masalah· epidemi telah diperburuk sejak akhir Desember 2010 dengan kembali merebaknya flu burung (H5N1) .· Sebuah artikel terbaru menyebutkan di bulan Desember· flu burung kembali dengan diidentifikasinya 7 kasus. Kasus terakhir terjadi di Propinsi Jeolla Selatan Epidemi ini telah menyebabkan lebih dari 400.000 unggas telah dimusnahkan.

Tindakan Pemusnahan Rutin Media Pembawa Karantina Hewan (MPHK)

February 1st, 2012

Yogyakarta (22/09) Pemusnahan merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan di BKP II Yogyakarta dengan mengacu padaPP 82 pasal 21,alasan yang melatarbelakangi pemusnahan media pembawa karantina hewan ini karena pemilik media pembawa tidak bisa menunjukkan dokumen karantina sebagai persyaratan kelengkapan bagi media pembawa berupa hewan,bahan asal hewan maupun hasil bahan asal hewan yang diantarareakan.Dokumen yang dimaksud adalah sertifikat karantina hewan,sertifikat bahan asal hewan dan sertifikat hasil bahan asal hewan.Pemusnahan dilaksanakan hari kamis 22 September 2011 pukul 10.00 WIB bertempat di halaman belakang kantor BKP II Yogyakarta dengan dihadiri pejabat dan beberapa staf BKP II Yogyakareta,instansi-instansi terkait diantaranya : bea cukai wilayah DIY,Kanit intelkem Polres sleman,Manager operasional penerbangan Air Asia Yogyakarta,Manager Operasional penerbangan Malaysia Air Service (MAS),dan pemilik media pembawa.

Adapun media pembawa yang dimusnahkan berupa bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan antara lain : bakso,daging sapi,daging bebek,telur ayam konsumsi, sosis daging,daging ayam,dading sapi olahan.Media-media pembawa tersebut berasal dari singapura dan Malaysia.Media pembawa tersebut hasil penahanan pada bulan Mei sampai dengan September 2011. Tindakan pemusnahan dilakukan dengan cara dikubur,sebelum dikubur dilakukan perlakuan yaitu disiram dengan desinfektan (Istam),Soda Api dan kapur.

Acara pemusnahan berlangsung lancar dalam waktu satu jam dan····diakhiri dengan penandatanganan berita acara oleh Pihak BKP II Yogyakarta diwakili oleh Drh.R.Heru Subandriyo, Sunu,Suparmi dan pihak kepolisian oleh Aiptu Joko Susilo dab Bripka Setyawan Jati. (Administrator )

BULAN BHAKTI KARANTINA PERTANIAN 2011

October 15th, 2011

Menghijaukan kembali kawasan Shelter Merapi ·

October 14th, 2011

Menghijaukan kembali kawasan Shelter Merapi ·

 

Yogyakarta, (27/06) Shelter merapi, sebuah kawasan di kaki merapi yang dihuni kurang lebih 800 kepala keluarga, dengan fasilitas seadanya namun semangat senantiasa terpelihara. Kawasan yang berada di Desa Glagahharjo, Kecamatan Cangkringan ini dahulu sejuk dan penuh dengan pemandangan hijau. Bencana erupsi merapi telah merubah semua pemandangan itu, kawasan ini menjadi hamparan pasir dan bebatuan yang memprihatinkan. Dalam kondisi pasca bencana seperti ini tentunya  dibutuhkan perbaikan di segala aspek kehidupan. Lahan yang mengering karena efek erupsi merapi membutuhkan banyak perhatian dari semua pihak.

Dalam kesempatan kegiatan Bulan Bakti Karantina kali ini BKP II Yogyakarta bekerjasama dengan sejumlah penangkaran bibit tanaman buah2an mengadakan penghijauan di kawasan ini. Serah terima yang berlangsung pada tanggal 27 Juni 2011 dihadiri oleh pengurus Kecamatan Cangkringan, Kepala Desa Glagahharjo, Perwakilan dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Kepala BKP II YK, warga desa dan sejumlah karyawan karyawati BKP II. Adapun barang yang diserah terimakan berupa sejumlah bibit taman buah2an, larutan desinfektan yang akan disemprotkan dan sejumlah peralatan ibadah.

Kegiatan diakhiri dengan penanaman secara simbolis tanaman buah-buahanan seperti: sawo, kelengkeng, matoa, jambu dan sejumlah tanaman buah2an lainnya. Kegiatan desinfeksi kandang dilaksanakan di sejumlah kandang ayam yang berlokasi di shelter ini, dimana hampir setiap rumah memiliki ternak ayam, sedangkan ternak kambing di jadikan satu di kandang kelompok.

Semoga kegiatan ini akan memberikan manfaat jangka panjang nantinya.

Posted in Arsip Berita | No Comments »

Semaraknya kegiatan Bulan Bhakti Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta

October 14th, 2011

Semaraknya kegiatan Bulan Bhakti Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta

 

Yogyakarta, (12/05) Dalam rangka kegiatan bulan bakti Karantina 2011, Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang digelar pada tanggal 08 Juli  s/d 08 Juli 2011 dengan tema:” 134 tahun bersama anda melindungi negeri”. Kegiatan yang akan dilaksanakan berupa  Jalan Sehat, Penghijauan dan donor darah.

Upacara pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala BKP II Yogyakarta Ir Heru Wahyupraja. Dalam sambutannya beliau mengajak untuk lebih memperhatikan semangat seluruh pegawai untuk melayani. Selain itu Kepala balai juga mengingatkan agar kegiatan ini berjalan tidak mengganggu tugas pokok dan fungsi BKPII Yogyakarta. Tugas di lapangan maupun kantor dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Seusai upacara pembukaan dilanjutkan kegiatan jalan sehat. Kegiatan ini dilakukan selain sebagai media olah raga juga mempererat silaturrahmi di antara karyawan karyawati BKP II Yogyakarta sendiri. Dimulai dari kantor BKP II YK yang berlokasi di Kompleks Bandara Adisucipto dan berakhir di Laboratorium Tumbuhan yang berlokasi di Desa Ringinsari. Kegiatan jalan sehat ini juga dibarengi dengan kegiatan memungut sampah yang ditemukan di sepanjang perjalanan. Dengan jalan pagi, badan sehat, lingkungan bersih dan bersemangat.

Penyerahan Hewan Sitaan kepada Gembira Loka Zoo Yogyakarta

October 15th, 2011

Yogyakarta, (11/04) Sebagai salah satu tindakan karantina hewan terhadap media pembawa yang sehat namun tidak disertai dokumen dan pihak yang pemilik tidak segera melengkapi persyaratan dalam kurun waktu yang ditentukan maka salah satu Alternatif tindakan akhir yang mengacu kepada prinsip ” Animal Welfare” maka BKP kelas II Yogyakarta menyerahkan komoditas yang disita kepada Gembira Loka Zoo yang diterima oleh Kepala Bidang Nutrisi dan Kesehatan Satwa Kebun Binatang Gembira Loka Drh. Noor Fitrianingsih

Acara Serah terima dilakukan hari Senin,11 Aprill 2011, Klinik satwa dan karantina Kebun raya dan Kebun Binatang Gembira Loka.  Balai Karantina Pertanian Kelas  II Yogyakarta.  yang diwakili oleh bapak Drh. R. Heru Subandrio menyerahkan 5 burung hasil penahanan dari bandara Adi Sucipto. Kelima burung tersebut terdiri dari 2 ekor Perkutut yang berasal dari Kuala Lumpur, Punglor,Cucak hijau dan Kacer yang berasal dari pulau Kalimantan. Kelima satwa tersebut diterima oleh Drh. Noor Fitrianingsih selaku Kepala Bidang Nutrisi dan Kesehatan Satwa Kebun Binatang Gembira Loka. Alasan utama penahanan satwa tersebut oleh pihak bandara adalah karena tidak lengkapnya dokumen yang dimiliki, dan hingga pada batas waktu yang ditentukan  sang pemilik tetap tidak dapat melengkapi persyaratan kelengkapan dokumen sehingga kebijakan dari Balai Karantina Pertanian untuk menyerahkan kelima satwa tersebut kepada Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka

Deklarasi Implementasi SOP Untuk pencapaian Sertifikasi ISO 9001:2008 BKP II Yogyakarta

October 15th, 2011

Yogyakarta, (21/12) Sebagai salah satu Unit Pelayanan Teknis Kementerian BKP II Yogyakarta selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa. Selain tuntutan dari Reformasi Birokrasi tuntutan pelayanan prima juga semakin mengedepan menjadikan pihak BKP II Yogyakarta selalu berusaha mencari ·cara untuk memberikan yang terbaik bagi pengguna jasa.

Deklarasi  Implementasi SOP Untuk pencapaian Sertifikasi ISO 9001:2008 BKP II Yogyakarta

Selasa 21 Desember 2010 merupakan acara deklarasi implementasi  SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk Pelayanan dan administrasi. Acara berlangsung lancar dimulai pukul 9.45 WIB di Ruang pertemuan dan dihadiri seluruh pegawai BKP II Yogyakarta,ditetapkan bahwa pada acara ini tanggal 21 Desember 2010 sebagai Deklarasi Implementasi SOP sebagai langkah awal pencapaian Sertifikasi ISO 9001:2008.

Dalam acara ini secara simbolis diserahkan  motto BKP II Yogyakarta “LayananTanggap,Cepat,Profesional dan Bersahabat  “ oleh Kepala Balai BKP II Yogyakarta Drh. Wisnu Sutomo kepada Wakil Manajemen Mutu Asep Husni Saleh,SP.  Setelah itu dideklarasikan  Pakta Integritas Implementasi SOP secara bersama-sama oleh seluruh pegawai BKP II Yogyakarta. Dengan Pakta Integritas ini Implementasi SOP telah resmi di launching dan akan segera dimplementasikan, Dalam kesempatan itu juga  diserahkan juga dokumen Manual Mutu dan SOP oleh Wakil Manajemen Mutu kepada koordinator masing-masing unit kerja dan Seksi Karantina Hewan dan Tumbuhan.

Diharapkan dengan adanya Implementasi SOP ini akan semakin memberikan dampak positif yaitu lebih terukurnya setiap pekerjaan  dengan penerapan SOP yang terus menerus sehingga mejadikan konsisten dan pada akhirnya tercapai tujuan yang ingin dicapai yaitu sertifikat ISO 9001:2008,menyadari hal ini tidak mungkin dicapai oleh seorang atau beberapa orang saja maka Wakil manajemen menghimbau seluruh pegawai BKP II Yogyakarta untuk mendukung dan berperan serta dalam terlaksananya implementasi SOP tersebut,Jika Sertifikasi ISO telah tercapai bukan kebanggan semata yang juga akan diperoleh akan tetapi lebih dititik beratkan kepada kepuasan pengguna jasa dalam pelayanan prima di kantor BKP II Yogyakarta.

BKP Yogyakarta menerima SPI Awards (09/11)

October 15th, 2011

Denpasar,(09/11)· Forum Sistem Pengendalian Internal· (SPI) Kementerian Pertanian memberikan Sertifikat kepada BKP Kls II Yogyakarta dengan peringkat Terbaik III SPI tingkat Eselon III se Kementerian Pertanian RI. Sertifikat ini diberikan sebagai penilaian atas penerapan SPI di Satker BKP KlsII Yogyakarta. Penilaian ini di lakukan oleh Tim Penilai SPI Award Ir. Heni Aswaadin, Dian Rachmawati, STP, MSi dan Bambang Sugiharto pada bulan September 2010. Penilaian meliputi Aspek kelembagaan, Kinerja Satlak SPI dan Kinerja 5 Unsur SPI ( Lingkungan pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengaendalian, Informasi dan Komunikasi dan Pemantauan). Dari hasil penilaian ini BKP Kls II Yogyakarta mendapatkan SPI Award dengan peringkat III dengan Kategori Sangat Handal tingkat Eselon III  Kementerian Pertanian dan juga sebagai satu satunya UPT Badan Karantina yang masuk dalam nominasi. Peringkat ini diberikan  dalam Forum  Sistem Pengendalian Internal· (SPI) Kementerian Pertanian pada tanggal 7 s/d 9 November di Hotel Inna Grand Bali Beach Denpasar. Selain itu diberikan pula SPI Award untuk tingkat Eselon 1 dan 2. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja seluruh pegawai Balai Karantina Pertanian Kls II Yogyakarta dan bimbingandari Inspektorat Jenderal kementerian Pertanian serta dukungan dari Badan Karantina Pertanian.

Bantuan Tanggap Bencana Merapi ini , BKP Kls II Yogyakarta

October 15th, 2011

BKP Kls II Yogyakarta,(27/10) Kepala BKP Kls II Yogyakarta dan sejumlah pegawai melakukan tanggap bencana merapi dengan mengunjungi pengungsi korban bencana Merapi pada Kamis· (27/10) ini. Bantuan berupa 50 box masker, biskuit, makanan instant dan obat obatan· merupakan bantuan hasil dari sumbangan keluarga besar BKP kls II Yogyakarta diberikan ke para pengungsi.

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Balai melakukan kunjungan mereka di barak pengungsian Desa Kepuh Harjo, Kec. Cangkringan , Sleman Yogyakarta. Bantuan secara simbolis diterima oleh Kepala Desa Bapak Heri Suprapto dan selanjutnya di teruskan ke logistik posko pengungsian tersebut. Pengungsi di Kepuh harjo berjumlah hampir 2.000 orang  yang selalu dalam keadaan siaga. Mereka sudah mengungsi diposko pengungsi hampir 6 hari.

Secara keseluruhan penanganan pengungsi relatif tertangani dengan baik, Ketersediaan makanan, obat-obatan, serta makanan instans dinilai cukup bagus. Namun pengungsi membutuhkan lebih banyak masker karena hujan abu vulkanik masih akan terus terjadi. Apalagi telah terjadi peningkatan  aktivitas Merapi yang semakin mengkhawatirkan .

Dalam  pertemuan dan kunjungan singkat tersebut  Kepala Desa menyampaikan terima kasih dan memohon kepada para relawan dan donatur untuk bisa membantu penduduk desa mereka dan juga desa desa lain. Semua berharap dan berdoa berharap bencana merapi ini segera berakhir.

Reformasi Birokrasi BKp kls II Yogyakarta

October 15th, 2011

Yogyakarta,(27/08) Mungkin pengguna jasa bertanya tanya ada yang baru di Kantor KP Kls II Yogyakarta. Di depan terpampang· tulisan “BKP Kls II Yogyakarta sudah melakukan Reformasi Birokrasi” . Apa maksudnya di tulisan banner itu· ??(27/10).

Reformasi Birokrasi untuk menghadirkan Pelayanan Publik yang Prima:
Untuk mempercepat pencapaian pelayanan publik kami tidak dapat berlama-lama merencanakan dan mempersiapkan program-program. Strategi yang ditempuh adalah memulai dengan best practices, mendorong contoh-contoh keberhasilan pelaksanaan pelayanan publik khususnya pelayanan publik di beberapa garis depan pelayanan. Best Practices dimaksudkan sebagai contoh-contoh keberhasilan suatu program.
Praktek Reformasi Birokrasi atau Best Practices dan Lessons Learned dalam praktek keseharian  antara lain penggunaan kriteria Best Practices menurut UN, yaitu

1) dampak (impact): dampak positif, dapat dilihat (tangible) dalam meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat;

(2) kemitraan (partnership): kemitraan aktor-aktor yang terlibat;

3) keberlanjutan (sustainability): membawa perubahan (institusi, legislasi, social, ekonomi, efisiensi, efektivitas, transaransi, akuntabilitas);

4) kepemimpinan (leadership) dan pemberdayaan masyarakat (community empowerment): transfer (transferability) dan replikasi, tepat bagi kebutuhan lokal;

Untuk memulai ini BKP Kls II Yogyakarta menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Sasaran mutu yang akan dicapai dalam setiap pelayanan. Motto kai ” Tanggap, Cepat, Profesional dan Bersahabat” adalah bukti keseriuasan dan komitmen  menerapkan nilai nilai budaya instansi kami.

Seluruh pengguna jasa dapat memberikan umpan balik melalui penanganan keluhan dan kebutuhan di counter pelayanan depan. Selain itu penerapan sistem pelayanan yang transparan melalui tindakan karantina termasuk biaya yang harus dikeluarkan pengguna jasa.

Dengan reformasi birokrasi ini kami dapat menghadirkan pelayanan publik yang prima.

Balai Karantina Pertanian Kls II Yogyakarta Musnahkan Biji Kol

October 15th, 2011

Yogyakarta,(07/08) Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta memusnahkan 50 kilogram biji kol(brassica oleracea var capitata L) impor dari Korea Selatan karena terinfeksi pseudomonas syringae pv syringae atau bakteri yang membahayakan tanaman lainnya.
“Penemuan bakteri tersebut setelah uji labotarorium di Jakarta pada 14 juli yang lalu, hasilnya positif terinveksi,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta, Drh. Wisnu Sutomo di Komplek Bandara Adi Sutjipto, Senin (9/8).

Drh. Wisnu Sutomo mengatakan sifat bakteri tersebut tidak bisa dipisahkan dari media pembawanya dan dapat menyerang tanaman pertanian lain. Misalnya seperti buncis, cabai, jeruk, ketimun, tomat, kedelai, kesemek dan mangga. Sedangkan sbaran bakteri itu sangat luas mulai dari daerah tropik hingga daerah dingin seperti Alaska.

“Dengan kisaran inang yang banyak dan kondisi lingkungan yang beragam, dapat dibayangkan betapa berbahayanya bakteri ini jika masuk ke Indonesia. Pemusnahan dengan cara dibakar itu dilakukan sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 14 tahun 2002 pasal 19, peraturan menteri pertanian nomor 9 tahun 2009 dan pedoman persyaratan karantina tumbuhan terhadap pemasukan benih tumbuhan ke wilayah Indonesia,” paparnya.

Secara administratif PT Oriental Seed Company sudah lengkap dan tidak ada pelanggaran. Tetapi setiap benih yang dikirim ke Indonesia juga harus melalui uji ilmiah atau uji laboratorium. Setelah pengujian ternyata benih tersebut mengandung bakteri yang berbahaya dan harus dimusnahkan. (Bd)

Lagi BKP Yogyakarta ditetapkan sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi ( WBK )

October 15th, 2011
Yogyakarta,(09/12) Sejak tahun 2009 Kementerian Pertanian menerapkan wilayah bebas korupsi (WBK). Pemberlakuan wilayah bebas korupsi ini diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di Kementerian Pertanian. Langkah Kementerian Pertanian sebagai tindak lanjut dari survei integritas KPK. Langkah yang dilakukan adalah dengan menyadarkan para pegawai dan sistem di Kementerian Pertanian untuk tidak korupsi lagi.Untuk kedua kalinya BKP Kls II Yogyakarta mempertahankan status sebagai Instansi yang berpredikat WBK ( Wilayah Bebas dari Korupsi) 2010 dilingkungan Kementerian Pertanian. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kementerian atas terlaksananya upaya-upaya pemberantasan korupsi di lingkungan Kementrian Pertanian. Sertifikat WBK 2010 ini diberikan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap unit kerja yang dapat melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan ketentuan serta  bebas dari KKN oleh Inspektoral Jendral Kementerian Pertanian.
Kementerian Pertanian RI telah menetapkan kawasan instansinya baik yang di kantor pusat maupun unit kerja yang berada di daerah sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penentuan WBK tersebut sebagai implementasi dari Permentan Nomor 40 tahun 2008 tentang Modul Pakta Integritas bagi pegawai negeri di lingkungan Kementrian Pertanian. Dengan diterimanya sertifikat yang kedua kalinya ini semoga dapat menambah semangat bagi pegawai BKP ksl II Yogyakarta dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.

BKP Kls II Yogyakarta juga mengajak seluruh pengguna jasa dan stake holder karantina untuk ikut mendukung dalam pemberantasan program ini dengan tidak memberi kesempatan kepada pegawai berbuat korupsi. Anda bisa menanyakan aturan secara ransparan mengenai biaya biaya yang dikenakan.  Dan berani Katakan tidak untuk “ Korupsi !!!”