
Yogyakarta, (12/05) Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) Foot and Mouth Disease sedang menyerang Korea Selatan. Dahsyatnya serangan ini menyebabkan ratusan ribu ternak terutama Sapi dan Babi dimusnahkan. Wabah ini mengancam sektor pertanian dan perekonomian negara. Kasus· wabah di Korea Selatan ini mengingatkan kepada kita wabah PMK yang terjadi di Indonesia tahun 1800 . Butuh waktu 100 tahun untuk membebaskan Indonesia dari PMK. Wabah di Korea Selatan juga membuat kita lebih siaga menjaga Indnonesia tetap bebas dari PMK. Seperti apakah dahsyatnya wabah PMK di Korea Selatan ?
Status· Penyakit Mulut dan Kuku· di Korea Selatan· masih menyebar yang dapat mengancam menjadi bencana sosial dan ekonomi regional. Penyakit yang sangat menular ini pertama kali ditemukan pada tanggal 28 November 2010 di sebuah peternakan di Andong, di provinsi timur Gyeongsang Utara. Sebuah kasus baru telah dikonfirmasi minggu lalu, dengan 114 pusat infeksi tersebar di hampir separuh negara.· Sekitar 1,4 juta hewan, terutama babi dan sapi telah di sembelih. Jumlah ini· merupakan 8% dari total ternak.· Pemerintah Korea telah memberlakukan larangan perjalanan dan karantina yang ketat, penutupan pasar ternak dan beberapa kebun binatang.· Sebanyak 68.000 tentara telah dikerahkan untuk membantu dalam pemusnahan ternak. Dan lebih dari 2 juta ekor sapi telah divaksinasi sejak Desember 2010. Pemerintah berencana untuk memperkenalkan sistem sertifikasi untuk menjamin stok-peternak dan memiliki pemahaman dan pengetahuan yang memadai terutama pada kebersihan. Petani yang bepergian ke luar negeri akan diminta untuk menginformasikan kepada pihak berwenang. Kerugian diperkirakan melebihi $ 1.26 juta dan akan terus bertambah. Harga daging ikut melambung sehingga menambah inflasi yang berat pada harga pangan.·· Ada kekhawatiran serius bagi masa depan pertanian Korea dengan ekspor yang cenderung mengalami penurunan jangka panjang. Korea Selatan memiliki tradisi pertanian yang panjang dan para peternak· frustasi kehilangan hewan ternak mereka setelah bertahun tahun masa kerja dan perawatan. Peternak juga marah karena sedikitnya kompensasi. Bencana ini juga telah memicu kritik terhadap pemerintah yang dianggap lambat merespon dan kegagalan· belajar dari krisis sebelumnya. . Pada bulan Januari dan April 2009 lalu beberapa wabah dilaporkan, mengarah pada pembantaian 50.000 ternak.Negara terdekat Jepang juga prihatin akan epidemi PMK di Korea Selatan.· Antara April dan Agustus 2010 tahun lalu masalah yang sama juga dialami· Jepang . Otoritas· memusnahkan· 290.000 sapi di· Miyazaki. Tokyo bermaksud untuk menerapkan kontrol yang lebih ketat terhadap barang dan orang dengan memverifikasi· Checklists· Daftar nama barang dan orang yang memasuki negara itu. Di Korea Selatan, masalah· epidemi telah diperburuk sejak akhir Desember 2010 dengan kembali merebaknya flu burung (H5N1) .· Sebuah artikel terbaru menyebutkan di bulan Desember· flu burung kembali dengan diidentifikasinya 7 kasus. Kasus terakhir terjadi di Propinsi Jeolla Selatan Epidemi ini telah menyebabkan lebih dari 400.000 unggas telah dimusnahkan.


Yogyakarta, (27/06) Shelter merapi, sebuah kawasan di kaki merapi yang dihuni kurang lebih 800 kepala keluarga, dengan fasilitas seadanya namun semangat senantiasa terpelihara. Kawasan yang berada di Desa Glagahharjo, Kecamatan Cangkringan ini dahulu sejuk dan penuh dengan pemandangan hijau. Bencana erupsi merapi telah merubah semua pemandangan itu, kawasan ini menjadi hamparan pasir dan bebatuan yang memprihatinkan. Dalam kondisi pasca bencana seperti ini tentunya dibutuhkan perbaikan di segala aspek kehidupan. Lahan yang mengering karena efek erupsi merapi membutuhkan banyak perhatian dari semua pihak.
Yogyakarta, (12/05) Dalam rangka kegiatan bulan bakti Karantina 2011, Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang digelar pada tanggal 08 Juli s/d 08 Juli 2011 dengan tema:” 134 tahun bersama anda melindungi negeri”. Kegiatan yang akan dilaksanakan berupa Jalan Sehat, Penghijauan dan donor darah.
Yogyakarta, (11/04) Sebagai salah satu tindakan karantina hewan terhadap media pembawa yang sehat namun tidak disertai dokumen dan pihak yang pemilik tidak segera melengkapi persyaratan dalam kurun waktu yang ditentukan maka salah satu Alternatif tindakan akhir yang mengacu kepada prinsip ” Animal Welfare” maka BKP kelas II Yogyakarta menyerahkan komoditas yang disita kepada Gembira Loka Zoo yang diterima oleh Kepala Bidang Nutrisi dan Kesehatan Satwa Kebun Binatang Gembira Loka Drh. Noor Fitrianingsih
BKP Kls II Yogyakarta,(27/10) Kepala BKP Kls II Yogyakarta dan sejumlah pegawai melakukan tanggap bencana merapi dengan mengunjungi pengungsi korban bencana Merapi pada Kamis· (27/10) ini. Bantuan berupa 50 box masker, biskuit, makanan instant dan obat obatan· merupakan bantuan hasil dari sumbangan keluarga besar BKP kls II Yogyakarta diberikan ke para pengungsi.
Dalam pertemuan dan kunjungan singkat tersebut Kepala Desa menyampaikan terima kasih dan memohon kepada para relawan dan donatur untuk bisa membantu penduduk desa mereka dan juga desa desa lain. Semua berharap dan berdoa berharap bencana merapi ini segera berakhir.
Untuk memulai ini BKP Kls II Yogyakarta menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Sasaran mutu yang akan dicapai dalam setiap pelayanan. Motto kai ” Tanggap, Cepat, Profesional dan Bersahabat” adalah bukti keseriuasan dan komitmen menerapkan nilai nilai budaya instansi kami.
Yogyakarta,(07/08) Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta memusnahkan 50 kilogram biji kol(brassica oleracea var capitata L) impor dari Korea Selatan karena terinfeksi pseudomonas syringae pv syringae atau bakteri yang membahayakan tanaman lainnya.
Yogyakarta,(09/12) Sejak tahun 2009 Kementerian Pertanian menerapkan wilayah bebas korupsi (WBK). Pemberlakuan wilayah bebas korupsi ini diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di Kementerian Pertanian. Langkah Kementerian Pertanian sebagai tindak lanjut dari survei integritas KPK. Langkah yang dilakukan adalah dengan menyadarkan para pegawai dan sistem di Kementerian Pertanian untuk tidak korupsi lagi.Untuk kedua kalinya BKP Kls II Yogyakarta mempertahankan status sebagai Instansi yang berpredikat WBK ( Wilayah Bebas dari Korupsi) 2010 dilingkungan Kementerian Pertanian. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kementerian atas terlaksananya upaya-upaya pemberantasan korupsi di lingkungan Kementrian Pertanian. Sertifikat WBK 2010 ini diberikan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap unit kerja yang dapat melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan ketentuan serta bebas dari KKN oleh Inspektoral Jendral Kementerian Pertanian.
Kementerian Pertanian RI telah menetapkan kawasan instansinya baik yang di kantor pusat maupun unit kerja yang berada di daerah sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penentuan WBK tersebut sebagai implementasi dari Permentan Nomor 40 tahun 2008 tentang Modul Pakta Integritas bagi pegawai negeri di lingkungan Kementrian Pertanian. Dengan diterimanya sertifikat yang kedua kalinya ini semoga dapat menambah semangat bagi pegawai BKP ksl II Yogyakarta dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.